Monday, May 08, 2006

Rahasia Sholat Subuh - Kiriman Hendra

Rahasia Shalat Subuh
Oleh : Dr. dr. Barita Sitompul SpJP

Setiap pagi kalau kita tinggal didekat mesjid maka akan terbangun mendengar adzan subuh, yang menyuruh kita untuk melaksanakan shalat subuh. Bagi mereka yang beriman segera saja melemparkan selimut dan segera wudhu dan shalat baik di rumah masing-masing atau ke mushalla atau masjid terdekat dengan berjalan kaki.

Mungkin menjadi pertanyaan mengapa Tuhan memerintahkan kita bangun pagi dan shalat subuh? Berbagai jawaban dari semua disiplin ilmu tentunya akan banyak dijumpai dan membedah serta memberikan jawaban akan manfaat shalat subuh itu. Dibawah akan diulas sedikit mengani manfaat shalat subuh, instruksi Allah sejak 1400 tahun yang lalu.

Dalam adzan subuh juga akan terdengar kalimat lain dibandingkan dengan kalimat-kalimat yang dikumandangkan muazin untuk waktu-waktu shalat selanjutnya. Kalimat yang terdengar berbeda dan tidak ada pada azan di lain waktu adalah “ash shalatu khairun minan naum”. Arti kalimat itu adalah shalat itu lebih baik dari pada tidur. Pernahkah kita mencoba sedikit saja menghayati kalimat “ash shalatu khairun minan naum”?

Mengapa kalimat itu justru dikumandangkan hanya pada shalat subuh, tatkala kita semua sedang terlelap, dan bukan pada adzan untuk shalat lain. Sangat mudah bagi kita semua mengatakan bahwa shalat subuh memang baik karena menuruti perintah Allah SWT, Tuhan semesta Alam, Apapun perintahnya pasti bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tetapi disisi mana manfaat i tu? Apa supaya waktu banyak untuk mencari rezeki, tidak ketinggalan kereta atau bus karena macet? Pada waktu dulukan belum ada desak-desakan seperti sekarang semua masih lancar, untuk itu tinjauan dari sisi kesehatan kardiovaskular masih menarik untuk dicermati.

Untuk tidak berpanjang kata, maka dikemukakan data bahwa shalat subuh bermanfaat karena dapat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular. Pada studi MILIS, studi GISSI 2 dan studi-studi lain di luar negeri, yang dipercaya sebagai suatu penelitian yang shahih maka dikatakan puncak terjadinya serangan jantung sebagian besar dimulai pada jam 6 pagi sampai jam 12 siang. Mengapa demikian? Karena pada saat itu sudah terjadi perubahan pada sistem tubuh dimana terjadi kenaikan tegangan saraf simpatis (istilah Cina:Yang) dan penurunan tegangan saraf parasimpatis (YIN). Tegangan simpatis yang meningkat akan menyebabkan kita siap tempur, tekanan darah akan meningkat, denyutan jantung lebih kuat dan sebagainya.

Pada tegangan saraf simpatis yang meningkat maka terjadi penurunan tekanan darah, denyut jantung kurang kuat dan ritmenya melambat. Terjadi peningkatan aliran darah ke perut untuk menggiling makanan dan berkurangnya aliran darah ke otak sehingga kita merasa mengantuk, pokoknya yang cenderung kepada keadaan istirahat.

Pada pergantian waktu pagi buta (mulai pukul 3 dinihari) sampai siang itulah secara diam-diam tekanan darah berangsur naik, terjadi peningkatan adrenalin yang berefek meningkatkan tekanan darah dan penyempitan pembuluh darah (efek vasokontriksi) dan meningkatkan sifat agregasi trombosit (sifat saling menempel satu sma lain pada sel trombosit agar darah membeku) walaupun kita tertidur. Aneh bukan? Hal ini terjadi pada semua manusia, setiap hari
termasuk anda dan saya maupun bayi anda. Hal seperti ini disebut sebagai ritme Circardian/Ritme sehari-hari, yang secara kodrati diberikan Tuhan kepada manusia. Kenapa begitu dan apa keuntungannya Tuhan yang berkuasa menerangkannya saat ini.

Namun apa kaitannya keterangan di atas dengan kalimat “ash shalatu khairun minan naum”? Shalat subuh lebih baik dari tidur? Secara tidak langsung hal ini dapat dirunut melalui penelitian Furgot dan Zawadsky yang pada tahun 1980 dalam penelitiannya mengeluarkan sekelompok sel dinding arteri sebelah dalam pada pembuluh darah yang sedang diseledikinya (dikerok).

Pembuluh darah yang normal yang tidak dibuang sel-sel yang melapisi dinding bagian dalamnya akan melebar bila ditetesi suatu zat kimia yaitu: Asetilkolin. Pada penelitian ini terjadi keanehan, dengan dikeluarkannya sel-sel dari dinding sebelah dalam pembuluh darah itu, maka pembuluh tadi tidak melebar kalau ditetesi asetilkolin.

Penemuan ini tentu saja menimbulkan kegemparan dalam dunia kedokteran. “Jadi itu toh yang menentukan melebar atau menyempitnya pembuluh darah, sesuatu penemuan baru yang sudah sekian lama, sekian puluh tahun diteliti tapi tidak ketemu”.

Penelitian itu segera diikuti penelitian yang lain diseluruh dunia untuk mengetahui zat apa yang ada didalam sel bagian dalam pembuluh darah yang mampu mengembangkan/melebarkan pembuluh itu. Dari sekian ribu penelitian maka zat tadi ditemukan oleh Ignarro serta Murad dan disebut NO/Nitrik Oksida. Ketiga penelitian itu Furchgott dan Ignarro serta Murad mendapat hadiah NOBEL tahun 1998.

Zat NO selalu diproduksi, dalam keadaan istirahat tidur pun selalu diproduksi, namun produksi dapat ditingkatkan oleh obat golongan Nifedipin dan nitrat dan lain-lain tetapi juga dapat ditingkatkan dengan bergerak, dengan olahraga. Efek Nitrik oksida yang lain adalah mencegah kecenderungan membekunya darah dengan cara mengurangi sifat agregasi/sifat menempel satu sama lain dari trombosit pada darah kita.

Jadi kalau kita kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Naiknya kadar NO dalam darah karena exercise yaitu wudhu dan shalat sunnah dan wajib, apalagi bila disertai berjalan ke mesjid merupakan proteksi bagi pencegahan kejadian kardiovaskular.

Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan exercise tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin di atas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dan membuat sel trombosit darah kita jadi bertambah liar dan inginnya rangkulan terus.

Demikianlah kekuasaan Allah, ciptaannya selalu dalam berpasang-pasangan, siang-malam, panas-dingin, dan NO-Kontra anti NO.

Allah, sudah sejak awal Islam datang menyerukan shalat subuh. Hanya saja Allah tidak secara jelas menyatakan manfaat akan hal ini karena tingkat ilmu pengetahuan manusia belum sampai dan masih harus mencarinya sendiri walaupun harus melalui rentang waktu ribuan tahun. Petunjuk bagi kemaslahatan umat adalah tanda kasihNya pada hambaNya. Bukti manfaat instruksi Allah baru datang 1400 tahun kemudian. Allahu Akbar.

Mudah-mudahan mulai saat ini kita tidak lagi memandang sholat sebagai perintahNya akan tetapi memandangnya sebagai kebutuhan kita. Sehingga tidak merasa berat dan terpaksa dalam menjalankan ibadah dan selalu shalat subuh didahului dengan shalat sunnah dan kalau dapat jalan ke mesjid.

Selamat shalat subuh dengan penuh rasa syukur pada Allah akan karunia ini. Amien.

www.shiddiqiyyah.org

Monday, May 01, 2006

Tujuan Cikampek

Akhir minggu kemarin, aku melakukan perjalanan ke cikampek. ada acara keluarga, syukuran kembalinya mbu rian dari bermukim di luar negeri. rencananya mau berangkat hari sabtu, makanya hari jum'at aku mengambil cuti. tapi, karena fakhrul sakit (mungkin karena kecapean dan kurang minum jadinya demam), maka rencana malam sabtu nginep di rumah ua tidak jadi. akhirnya diputuskan untuk berangkat ke cikampek hari minggu.

Aku jadi bisa bermain badminton lagi setelah minggu sebelumnya tidak bisa main karena menyambut kepulangan mbu rian. malam minggu main badminton dengan kondisi yang kurang enak. badan jadi kurang sigap dalam bergerak. ehm.. ternyata tidak main badminton 1 kali bikin badan kurang nyaman. walaupun begitu, aku masih sempat bermain 2 set, menang 1 set, kalah 1 set.

Pagi harinya, yang rencananya pergi jam enam, kita pergi jam tujuh lebih, hampir setengah delapan. tujuannya ke balong di cikampek. dan karena tidak pengen naik kendaraan umum, akhirnya kita naik motor. hehehe.. sekalian ngajak memeng (begitulah fakhrul memanggil motorku) jalan jauh keluar kota. perjalanan lumayan santai. karena masih pagi, dan jalannya bagus, waktu tempuhnya mencapai 1,5 jam.

Sampai balong, belum banyak yang datang. papah mamah sudah disana dari hari jum'at. mbu rian dan rian, juga mia sudah disana dari hari sabtu. karena dari rumah belum makan, begitu sampe langsung minta soto. asyik juga.

Acara dimulai setelah semua keluarga yang diundang berkumpul. ada acara sambutan, cerita mbu rian waktu di sana, dan beberapa informasi terkini dari anggota keluarga yang lain. setelah ditutup dengan doa, akhirnya semua dipersilahkan makan.

Selesai makan, aku mulai merasa ngantuk. oleh umi, aku dicarikan tempat yang enak untuk tidur, kebetulan ada saung kecil yang enak didekat dapur. asyik, bisa tiduran disitu. lumayan juga aku bisa terlelap, walaupun sempat terganggu oleh ponakan dan sepupu yang ikutan ngobrol di situ.

Jam dua lebih, aku terbangun. hehehe... belum sholat dhuhur. kebetulan umi juga nyariin, karena papah mamah minta dianterin pulang ke subang. ehm... pake kendaraan siapa ya? o iya, pake kendaraan mamang. alhasil, jadilah aku dan umi mengantar pulang papah mamah ke subang. lewat pantura tentunya, karena ternyata pantura sudah bagus lagi sampe ke pamanukan.

Setelah menempuh perjalanan 1,5 jam sampailah di rumah. setelah sholat dan istirahat sebentar, langsung jalan lagi, karena mamang mau pulang cepat hari ini. jadinya kami harus sampe di balong sebelum malam tiba. perjalanan pulang lumayan cepat, mobil aku ajak lari rata-rata 95km/jam.

Masuk cikampek, bekas hujan masih baru. rupanya hujan besar baru selesai turun. aku sempat berpikir, jangan-jangan nanti kita pulang kehujanan. Alhamdulillah sampe balong, sudah reda. pas maghrib sampe balong. sempat istirahat sebentar, sholat, dan makan, perjalanan pulang ke bekasi pun dimulai.

Ternyata jalan cikampek-karawang-cikarang tidak sebagus waktu kita berangkat. pada lajur tengah banyak lubang sehingga harus extra hati-hati. kalo waktu berangkat, memeng bisa lari sampe 80km/jam. ketika pulang hanya aku larikan 50-60km/jam. bukan apa-apa, jalanannya basah karena bekas hujan dan juga lubangnya banyak dan lumayan lebar.

Ketika di daerah Lemahabang, tiba-tiba bis di depanku berhenti, dan dari sebelah kiri (kebetulan itu merupakan pangkalan truk-truk pasir) banyak orang berlarian ke depan bis. tadinya aku berpikir itu adalah tukang ojek yang mendekati penumpang yang turun dari bis. ternyata, mereka berlarian bukan ke bis, tapi ke depan bis. rupanya ada sepeda motor yang terjungkal di lajur tengah karena lubang. untungnya bis yang berada persis dibelakang motor itu, masih berjalan pelan setelah menurunkan penumpang beberapa puluh meter sebelumnya. Sepertinya pengendara dan pembonceng motor itu tidak apa-apa.

Setelah melewati lokasi, aku makin extra hati-hati. lampu jauh lebih sering dipergunakan untuk mengantisipasi lubang yang ada didepan. umi pun sibuk membantu mengawasi jalan. setelah masuk cikarang, aku kira jalanan akan lebih terang karena adanya lampu jalan di tengah pemisah jalan. ternyata tidak ada. jalanan tetap gelap, karena lampu penerangan jalan hanya ada di sisi jalan.

Beberapa ruas jalan sempat tergenang air hujan. lubang pun semakin tidak terlihat, dan tingkat konsentrasi makin ditingkatkan. begitu ketemu jalan masuk tol cibitung, kami pun berbelok ke arah kalimalang. sempat berhenti di pom bensin untuk ngisi bahan bakar, perjalanan pun dilanjutkan melalui kalimalang.

Ternyata serasa sebentar ya dari cibitung ke bekasi timur melalui pinggir kalimalang. kemudian belok kiri di unisma, dan akhirnya sampai kembali ke rumah. ternyata di bekasi pun bekas hujan masih basah. berarti hujan cukup besar dan merata. karena aku masih melihat bekas banjir di sisi unisma.

Perjalanan pulang ditempuh hampir dua jam. Ini bisa dimaklumi karena perjalanan malam memerlukan kondisi ekstra hati-hati. disamping kondisi jalan yang tidak sebagus waktu kita berangkat menuju ke cikampek.

Begitu sampai rumah, langsung mandi (lagi), sholat, makan malam (lagi) dan tidur. badanku terasa cape sekali. sedangkan besok harus berangkat pagi untuk menghindari kemacetan yang ditimbulkan oleh peringkatan MayDay. Alhamdulillah selama perjalanan, kami tidak kena hujan.

Wednesday, April 26, 2006

Jenuh...

Dalam beberapa minggu terakhir ini, aku sedang mengalami kejenuhan. suatu keadaan yang membuat aku menjadi berkurang semangat untuk beraktivitas. bahkan untuk menulis dalam weblog ini.

Jujur saja aku jadi kehilangan ide-ide yang dulu aku hampir setiap saat merasakannya muncul dalam pikiranku. heran, ada apa dengan diriku ini. seolah-olah aku mulai tertekan oleh 'aku' yang lain.

Aku mencoba melihat tulisan-tulisan dari para penulis yang aku rasa mereka lebih jago dariku. bahkan aku menemukan beberapa tulisan yang menurutku bagus. mempunyai gaya tersendiri. sehingga aku merasa semangatku mulai timbul kembali. tapi itu ternyata tidak cukup. sampai akhirnya aku menyempatkan diri untuk melakukan percakapan itu.

Aku merasakan ada semangat yang kembali timbul dalam diriku. sedikit melengkapi semangatku yang bangkit sebelumnya. aku jadi ingin mengulang lagi percakapan itu. percakapan yang menimbulkan semangat. namun, aku tak bisa. walaupun aku ingin. sangat ingin. tapi aku tak bisa. biar waktu dan Sang Pencipta yang menentukan.

Lalu aku mencoba melihat kebelakang. aku coba cari apa yang membuat aku menjadi merasa jenuh seperti ini. satu persatu aku kais ingatan-ingatan yang tertimbun dalam pikiranku. ku ambil satu, lalu aku rasakan, aku bayangkan, dan aku cari tahu bagaimana reaksiku terhadap ingatan itu.

Seorang pernah berkata,"Setiap kejadian pasti ada hikmahnya. dibalik kejadian baik atau buruk, pasti ada hikmahnya. baik kejadian besar ataupun kejadian kecil."

Seorang penyair pernah berdendang,"... Bayi yang lahir, Nyawa yang hilang.... Setiap insan semua tlah dituliskan... Burung yang terbang... Ikan berenang karena Allah... Tiada satupun tak terencana... Daun yang jatuh dan hujan yang turun... Setiap musibah dan kematian tlah dituliskan... "

Kalo semua ini sudah ditentukan, kalo semua ini telah digariskan, lalu ada apa dibalik keberadaan aku di dunia ini? betapa aku setiap hari harus menghabiskan waktuku untuk bekerja, betapa setiap akhir minggu waktuku tercurah untuk keluargaku, betapa sirkulasi kehidupan yang bergerak hampir sama dari minggu ke minggu. lalu apa yang kurang dalam hidup ini?

Tiba-tiba, aku merasa ketakutan. betapa aku belum mempunyai bekal apapun untuk menemaniku di alam kubur nanti. entah apa yang bisa aku bawa untuk menemaniku nanti ketika aku harus berdiri menunggu giliran untuk diadili sementara matahari hanya berjarak 1 jengkal dari kepalaku.

Tiba-tiba aku menangis, ketika ustad-ku membacakan surat Al-Fatihah dalam salah satu sholat maghrib kami, "... iyyaaka na'budu waiyyaaka nasta'in. ih dinashshirothal mustaqiim. shiroothalladziina an'amta 'alaihim ghayrilmaghdhuu bi 'alaihim walaadhdhaalliin..." dengan air mata berlinang, akupun mengucap,"Rabbighfirli wali walidayya aamiiin..."

Ya Allah, mohon tunjukkan arah yang harus hamba tempuh dan hamba tuju, mohon bimbing hamba ini agar selalu berada di jalanMu... Mohon ampunanMu Ya Robb, hambaMu ini telah berlaku lalai dan merugi selama ini, ampunkan hambaMu ini, Ya Rahman Ya Rahim... Tiada yang dapat memberikan ampunan selain Engkau Ya Robb... Tiada yang dapat melakukannya selain Engkau... Hasbunallah wani'mal wakil ni'mal maula wani'man nashiir...


Makanya apalin peta...

Kejadiannya semalam, waktu pulang kantor. mulai dari lepas underpass A Yani, arus jalanan mulai tersendat. masuk daerah Cipinang, makin terasa. eh setelah flyover Pondok Bambu, berhenti total. feeling sudah mengatakan, pasti duren sawit banjir. tak lama setelah aku menuruni flyover, ada warga sekitar yang memberitahu, "banjir. muter aja."

Pengalaman kemarin, aku tetep di antrian. namun semalam, aku pengen nyoba jalan lain. aku sempat bertanya,"enaknya lewat mana?" (padahal aku sudah tahu. hehehe...), "kalo bapak ke kiri, jalanan rusak, kalo ke kanan lebih lancar. nanti setelah bioskop buaran, bapak ke kanan."

Setelah ngucapin terima kasih, aku langsung muter arah. rupanya pikiranku sama gerak badan engga sejalan. tanganku mengemudikan ke arah bawah flyover, masuk ke arah Jatiwaringin. dan terima kasih, arus lalu lintas arah Jatiwaringin berhenti total. bahkan untuk roda dua sekalipun.

Busyet dah, balik arah, ambil arah Klender. tak jauh dari perempatan Pondok Bambu, ada jalan ke kanan, namun aku tidak yakin, jadinya terus. sementara arus lalu lintas ternyata macet juga. namun untuk roda dua masih bisa lewat. ternyata setelah beberapa ratus meter, arus jalanan koq tambah macet. pas pertigaan arah Klender, aku kembali ragu-ragu. sepertinya dulu aku pernah lewat situ, cuman aku tidak tahu keluarnya dimana. dari pada salah, akhirnya aku ambil jalan lurus.

Pas mau flyover Klender, aku harusnya ngambil kiri, menuruni flyover. Namun aku salah jalan. selamat deh, jadinya aku ambil lurus ke arah Pulogadung. hiks... sepanjang jalan mengambil posisi di kanan pengen cepat dapet puteran. setelah beberapa ratus meter, Alhamdulillah ada juga puteran. dan ternyata yang kearah Pondok Bambu juga macet. Sebelum flyover, aku ambil kiri, menuju pasar Klender.

Aku sempat kebingungan, karena yang ada dalam benakku, setelah ambil kiri flyover harusnya menyeberang rel kereta api. namun kenyataannya, malah belok ke kanan melewati bawah flyover. *waiks.. gue salah jalan* namun dengan langkah pasti, aku ikuti jalan itu.

Tak jauh dari situ, banyak kendaraan yang belok kiri, menuju sebuah gang. aku sempat ragu, apakah jalan itu menyeberang rel kereta api atau tidak? *rada mulai panik nih. mana gelap lagi, tidak ada lampu penerangan jalan* karena ragu, aku ikuti saja jalan yang tadi. eh, ketemu pertigaan. wah, pikirku udah mau nyebrang rel nih. pas baca penunjuk arah, kiri pasar beras cipinang, pulogadung. lurus kampung melayu. *waiks... gue dimana nih?*

Akhirnya aku pilih aja yang arah kampung melayu. bodo deh, mau nyasar nyasar deh. mau balik lagi ke kampung melayu engga apa-apa deh. asal aku bisa keluar dari daerah yang tidak aku kenal ini. *aku sudah harap-harap cemas aja*

tak lama dari pertigaan itu, ada perempatan. dan.. horeeeeee.... *Alhamdulillah* aku melihat plang penutup jalan kereta api dan lampu merahnya. akhirnya dapet juga nih nyebrang rel kereta api. setelah nyebrang rel, aku ambil kiri dan melesat terus menuju lampu merah buaran.

pas lampu merah buaran, belok kanan. sempat ragu pas ketemu lampu merah. tapi karena sudah pernah lewat situ, jadinya ambil lurus ke arah raden inten. ketemu lampu merah kedua, belok kiri, masuk jalur lama. *Alhamdulillah*

muter-muter jalan, makan waktu lebih lama. mungkin lebih baik menunggu di tempat pertama, atau muter-muter cari jalan pulang ya?

Kesimpulan: Hapalkan peta jalan pergi dan pulang, termasuk daerah diluar jalur utama dengan radius 3-6 km.


Tuesday, April 18, 2006

Bencana Alam dimana-mana...

Sudah beberapa hari terakhir ini, situasi pengawasan gunung merapi sudah berubah dari waspada menjadi siaga. pertanda bahwa aktivitas gunung merapi meningkat dari kondisi biasanya. dan ternyata bukan hanya gunung merapi saja yang berubah status. setidaknya ada 12 gunung berapi di tanah air ini yang berubah statusnya menjadi waspada, dan 2 gunung berapi yang statusnya menjadi siaga.

Kalo tidak salah, gunung-gunung itu berada di pulau Jawa dan Sumatera. dan kalo tidak salah ingat, gunung-gunung tersebut berada pada satu jalur pergerakan lava dalam perut bumi. sehingga bisa dipastikan kalo yang satu meletus, ada kemungkinan yang lain ikut meletus juga. entah benar atau tidak teori ini.

Sementara di bagian dunia lainnya, banjir menyelimuti eropa setelah sungai yang terbesar disana meluap airnya. dampaknya, beberapa negara yang dilalui sungai itu harus menerima konsekuensinya menerima banjir. kalo tidak salah, banjir ini disebabkan mencairnya salju di daerah utara.

Sedangkan di Benua Amerika, tepatnya di salah satu negara bagian Amerika, harus menderita karena badai dengan kecepatan angin yang sangat tinggi. di China, badai pasir juga terjadi dengan kondisi badai terburuk selama ini. Badai pasir di China sering terjadi setiap pergantian musim dingin ke musim semi. namun badai pasir yang terjadi saat ini merupakan badai pasir terburuk. bahkan pemerintah China sampai mengeluarkan himbauan agar penduduk tidak keluar rumah bila memang tidak mendesak sekali.

Kalo saja kita ini mau merenung, sebenarnya ada apa sih dengan alam ini? koq ya bencana alam datangnya hampir berbarengan? fenomena apakah sebenarnya yang terjadi? tapi sepertinya tidak ada orang atau pemerintah yang perduli dengan kondisi ini. beranggapannya semua ini sudah seharusnya begini. semua ini gejala alam saja. lha, gejala alam bagaimana? wong hampir berbarengan koq kejadiannya.

Tidakkah kita sebagai manusia ingin tahu ada apakah dibalik semua ini? apa sih penyebab semua ini bisa terjadi?

ah, itu kan karena alam sedang marah sama kita

alangkah sayangnya kalo sampe ada orang yang berpendapat seperti itu. karena dalam alam ini, teori sebab akibat sangat berpengaruh dan sangat berkaitan satu dengan lainnya.

apakah ada yang tahu tentang hal ini, entahlah.