Showing posts with label Cerita Teman. Show all posts
Showing posts with label Cerita Teman. Show all posts

Thursday, April 24, 2008

Yang Sesat dan Yang Ngamuk

Yang ini aku dapat dari email temenku
Rabu, 23 Apr 2008,
Yang Sesat dan Yang Ngamuk

Oleh A. Mustofa Bisri

Karena melihat sepotong, tidak sejak awal, saya mengira massa yang ditayangkan TV itu adalah orang-orang yang sedang kesurupan massal. Soalnya, mereka seperti kalap. Ternyata, menurut istri saya yang menonton tayangan berita sejak awal, mereka itu adalah orang-orang yang ngamuk terhadap kelompok Ahmadiyah yang dinyatakan sesat oleh MUI.

Saya sendiri tidak mengerti kenapa orang -yang dinyatakan- sesat harus diamuk seperti itu? Ibaratnya, ada orang Semarang bertujuan ke Jakarta, tapi ternyata tersesat ke Surabaya, masak kita -yang tahu bahwa orang itu sesat- menempelenginya. Aneh dan lucu.

Konon orang-orang yang ngamuk itu adalah orang-orang Indonesia yang beragama Islam. Artinya, orang-orang yang berketuhanan Allah Yang Mahaesa dan berkemanusiaan adil dan beradab. Kita lihat imam-imam mereka yang beragitasi dengan garang di layar kaca itu kebanyakan mengenakan busana Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Kalau benar mereka orang-orang Islam pengikut Nabi Muhammad SAW, mengapa mereka tampil begitu sangar, mirip preman? Seolah-olah mereka tidak mengenal pemimpin agung mereka, Rasulullah SAW.

Kalau massa yang hanya makmum, itu masih bisa dimengerti. Mereka hanyalah mengikuti telunjuk imam-imam mereka. Tapi, masak imam-imam -yang mengaku pembela Islam itu- tidak mengerti misi dan ciri Islam yang rahmatan lil ’aalamiin, tidak hanya rahmatan lithaaifah makhshuushah (golongan sendiri). Masak mereka tidak tahu bahwa pemimpin agung Islam, Rasulullah SAW, adalah pemimpin yang akhlaknya paling mulia dan diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Masak mereka tidak pernah membaca, misalnya ayat "Ya ayyuhalladziina aamanuu kuunuu qawwamiina lillah syuhadaa-a bilqisthi…al-aayah" (Q. 5: 8). Artinya, wahai orang-orang yang beriman jadilah kamu penegak-penegak kebenaran karena Allah dan saksi-saksi yang adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum menyeret kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah; adil itu lebih dekat kepada takwa. Takwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Mengetahui apa yang kau kerjakan.

Apakah mereka tidak pernah membaca kelembutan dan kelapangdadaan Nabi Muhammad SAW atau membaca firman Allah kepada beliau, "Fabimaa rahmatin minaLlahi linta lahum walau kunta fazhzhan ghaliizhal qalbi lanfaddhuu min haulika… al-aayah" (Q. 3: 159). Artinya, maka disebabkan rahmat dari Allah-lah engkau berperangai lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau kasar dan berhati kejam, niscaya mereka akan lari menjauhimu…"

Tak Mengerti

Sungguh saya tidak mengerti jalan pikiran atau apa yang merasuki pikiran mereka sehingga mereka tidak mampu bersikap tawaduk penuh pengayoman seperti dicontoh-ajarkan Rasulullah SAW di saat menang. Atau, sekadar membayangkan bagaimana seandainya mereka yang merupakan pihak minoritas (kalah) dan kelompok yang mereka hujat berlebihan itu mayoritas (menang).

Sebagai kelompok mayoritas, mereka tampak sekali -seperti kata orang Jawa- tidak tepa salira. Apakah mereka mengira bahwa Allah senang dengan orang-orang yang tidak tepo saliro, tidak menenggang rasa? Yang jelas Allah, menurut Rasul-Nya, tidak akan merahmati mereka yang tidak berbelas kasihan kepada orang.

Saya heran mengapa ada -atau malah tidak sedikit- orang yang sudah dianggap atau menganggap diri pemimpin bahkan pembela Islam, tapi berperilaku kasar dan pemarah. Tidak mencontoh kearifan dan kelembutan Sang Rasul, pembawa Islam itu sendiri. Mereka malah mencontoh dan menyugesti kebencian terhadap mereka yang dianggap sesat.

Apakah mereka ingin meniadakan ayat dakwah? Ataukah, mereka memahami dakwah sebagai hanya ajakan kepada mereka yang tidak sesat saja?

Atau? Kelihatannya kok tidak mungkin kalau mereka sengaja berniat membantu menciptakan citra Islam sebagai agama yang kejam dan ganas seperti yang diinginkan orang-orang bodoh di luar sana. Tapi…



KH A. Mustofa Bisri, pengasuh Pesantren Roudlatut Thalibin, Rembang

Friday, August 10, 2007

Nasi Putih atau Nasi...hat

*ditulis oleh Hendra D

Sabtu pagi kemarin,
Aku, Kemal & Tasya dua buah hatiku tercinta berkeliling sepeda menikmati hari libur bersama. Lupakan rutinitas, lupakan dateline... lupakan.. tekanan.
Udara pagi yg menyegarkan, sejuk....terasa dingin menerpa tubuh.
Kayuhan perlahan diselingi obrolan dan sesekali diselingi tawa canda kita bertiga.
Rute perjalanan... Rumah... Jl. Nanas 1.... Nanas Raya.... Utan Kayu Raya.... Jl. Pramuka.... Jl. Matraman.

Kayuhan terhenti di sebuah taman di Matraman, banyak orang berolah raga...
Ku sandarkan sepeda dan ku kunci erat.
Kami bertiga tertawa tertiwi... berkejaran... naik2 besi2 tempat berolah raga di taman...
berlari lari ... ... terus... mengelilingi taman. Tak terasa kita bertiga berkeringat... "Pah istirahat dulu dong" "Ok nak" jawabku.
Air mineral mereka teguk bergantian, ada secercah cahaya kegembiraan di wajah mereka, ada keriangan dihati mereka.
Karena bagi mereka ini adalah waktuku u/ mereka, mereka ingin bermain terus dgnku yg selama 5 hari kerja hanya bergelut dgn tugas & pekerjaan.

Sambil beristirahat, ku usap2 kepala mereka... ku seka keringat mereka... dlm hati terucap... Ingin rasanya aku menemani kalian sepanjang hari untuk bermain tanpa henti.
Ku lihat dr kejauhan ibu2 bersenam penuh semangat, goyang kiri goyang kanan... diiringi musik yg menghentak.
di sebrang sana juga kulihat bapak2 tua berlari di tempat sambil menggerakkan badannya. Ku raba pikirannya, bapak ini sangat ingin sehat... bapak ini sangat ingin melihat cucunya menjadi orang yg berhasil... dia kuatkan semangat untuk sehat... dia singkirkan nafsu memakan makanan yg enak. Dia bertekad untuk sehat wal fiat....

"Pah udah yuk istirahatnya, kita naik sepeda lagi" kata Kemal ....
Lamunanku buyar
"Sipp boss... Ok Papa antar keliling lagi deh..., kita kemana?" "Kita Ke taman Bronbek pah"..jawab Tasya.
Sepeda ku ambil dan kami naiki,... sambil bersiul... kita bernyanyi...,
He..he..he... Kemal yg baru berumur 4 tahun sudah tahu politik Lho...
Buktinya setiap melihat poster Cagub Fauzi Bowo... dia langsung bernyanyi... Coblos kumisnya... coblos kumisnya... coblos kumisnya sekarang juga...
Walaupun aku pendukung Cagub Adang... aku terbawa nyanyian tsb... dan kami bertiga bernyanyi... Coblos kumisnya.
Memang dasyat... Tim sukses Cagub tsb..., mereka menggunakan cara psikis dgn iklan yg gencar dgn nyanyian yg mudah diingat, dan membenam di kepala. Salut... deh ama kerjanya Tim mereka.
Taman Matraman.... Jl. Tambak.... Jl. Manggarai... Jl. Bunga... Jl. Kayu Manis.... tiba di puskesmas Bronbek...

Dibelakang puskesmas inilah taman bronbek berada...,
Taman ini hanya taman2 biasa... dan tidak ada yg istimewa dan tidak sebesar taman matraman... sama seperti taman2 di perumahan. Namun yg membedakan adalah... setiap hari Sabtu dan minggu ini banyak sekali anak2 kecil berkumpul.... dari yg Balita hingga dewasa... Orang tua yg mendampingi anaknya, coba deh datang pas hari minggu sore.... wuih... ruame sekali... kalo u/ ukuran anak2 ya.

Sama seperti di taman Matraman, disinipun ibu2 sedang bergoyang... maksudku senam penuh penghayatan
Dipinggir jalan banyak orang2 berjualan
jual mainan yg harganya murah... sekitar Rp. 1000 s/d 10 ribu...
Mata anak2ku berbinar... sambil... berkata... kita lihat tukang mainan yuk pah...., Ayo... jawabku.
Satu demi satu... kita lihat, mata anak2 tertuju pada hiasan dari Styro Foam...yg dihiasi nama berwarna warni.

Pah.. aku beli itu boleh enggak? Boleh jawabku... harganya 4 ribu rupiah kata penjualnya.
Sambil menunggu hiasan tsb dibuat...
Mata ku berkeliling... melihat suasana keramaian di taman....
Sesekali aku tersenyum.... melihat tingkah pola anak2 kecil yg sedang di suapi oleh ibunya. Ada yg menolak... ada yg langsung mangap... bahkan ada yg lari2 dikejar ibunya u/ menghindari disuapi. Disini tidak ada ibu2 yg berlari di kejar2 Bapaknya lho... he..he.he...

Tiba2 senyumku terhenti, ketika kulihat seorang pedagang mainan dekatku mengeluarkan box makanan paginya.
Dibuka... berdoa... lalu dgn lahapnya Bapak itu makan... tanpa memperdulikan keramaian... Nikmat... penuh... kenikmatan... dia benar khusu makannya.
Hati tergelitik... ingin tahu, Bapak ini makannya pake apa ya? koq begitu enaknya.
Seperti tahu apa yg aku pikirkan, bapak itu melirik ke saya... dan terlihatlah.... kotak tempat makanannya...
Aku tertegun...., hatiku diam..., ternyata hanya NASI PUTIH... tanpa lauk apapun.

Hanya Nasi putih, Bapak itu begitu lahapnya
Hanya Nasi Putih Bapak itu menikmati makannya...
Hanya Nasi putih, Bapak itu khusu...
Nasi putih, Nasi putih....., sesuap demi sesuap masuk kemulutnya.

Bapak itu sangat2 mensyukuri bahwa hari itu dia bisa bertemu nasi putihnya. Sebab kalo dia tidak ketemu nasi putih berarti dia sedang sakit dan tidak bisa makan. Dia begitu bersyukur kpd Tuhan.... walaupun hanya nasi putih... tapi dia merasa menjadi orang yg beruntung sebab... dia masih sehat bugar walaupun rambut sudah memutih... Dia senang .... masih berada di sebuah taman dan melihat anak2 yg membeli barang dagangannya.
Baginya taman ini adalah taman syurga... taman yg penuh aura ketulusan.
Dari kerling matanya Bapak itu begitu terlihat bahagia..., walau cuma makan nasi putih saja dan hanya berjualan mainan anak2.

Dia juga menyadari bahwa dia masih beruntung makan hanya nasi putih saja, sementara di luar sana banyak orang yg tidak ketemu makan.
Kuseka batinku... dan bertanya: "Kamu pernah melakukan hal itu dra?"... hanya Nasi putih Tok?
Batin tertunduk... dan menjawab.... belum pernah.
Bila istriku tidak masak lauk pauk... pasti aku makan nasi dng krupuk... atau ceplok telur... atau kadang Indomie. Atau malah jajan baso, tidak pernah aku makan hanya nasi putih saja.

Ku colek anak2ku... sambil ku bisiki... Nak, kalian lihat bapak itu... makan cuma nasi doang.
Anak ku melihat... dengan serius...,
Lalu kubilang kepada mereka...., kalian harus bersyukur... kalo kalian makan ada sayurnya... terus kalo makan jangan ada sisa ya.
Anak2ku mengiyakan....

Sabtu itu... aku mendapat pelajaran dari Bapak pedagang mainan:
Arti BERSYUKUR dan Arti KEBAHAGIAN.
Aku & keluarga dalam keadaan sehat Wal a'fiat, wajib ku syukuri....
Secara Tidak langsung bapak itu memberikan NASI...hat kepada ku melalui Nasi Putihnya.
Kucatat pelajaran ini dlm buku nurani ku dgn Judul "Nasi Putih".

Salam.
HD
Utan Kayu, 04 Agustus 2007.