Showing posts with label pendapat. Show all posts
Showing posts with label pendapat. Show all posts

Wednesday, April 23, 2008

Kemenangan dan Kekalahan

Pilkada Gubernur Jabar baru selesai, dan sepertinya pasangan no 3 keluar sebagai pemenang. ya, bagaimana tidak walaupun termasuk yang dianggap tidak diunggulkan, namun ternyata pada saat pemilihan bisa mencapai nilai tertinggi. baik dalam quick count maupun real count. sebuah hasil yang diluar dugaan banyak orang. mengingat gemuruh pilkada Jabar tidak segemuruh pilkada Bekasi sebelumnya. tapi bagaimanapun juga, itu merupakan kemenangan yang luar biasa.

Namun sangat disayangkan, seperti yang diberitakan di detik.com, pasangan no 2 yang merupakan saingan ketatnya tidak bisa menerima kekalahan dalam perolehan angka pemilih. bahkan tidak mau menandatangani keputusan KPU yang jelas-jelas sudah mensyahkan hasil keputusan pilkada Jabar. memang sebelumnya, ketika angka pemilih masih dibawah 10 juta, tim suksesnya sempat berkata nanti di angka 12 juta akan disusul perolehannya. well, sambil waktu berjalan, akhirnya sampai juga di angka 12 juta, namun perolehannya masih belum terkejar juga.

Dalam satu pertandingan, menang atau kalah itu adalah hal yang biasa. yang menang pasti bangga, yang kalah pasti kecewa. namun untuk memperoleh hasil yang memuaskan, alangkah lebih baik bila sikap sportifitas dikedepankan.

Menerima kekalahan bukanlah sesuatu yang memalukan, walaupun untuk bisa mengakui bahwa kita telah kalah, itu diperlukan jiwa yang besar. karena itu berarti kita harus mengalahkan ego diri kita. mengaku kalah itu berat lho, bukan hal yang mudah. dan kalo tidak punya jiwa yang besar, jiwa yang gagah, pastinya akan terasa sakit hati, kecewa, tidak terima, dan ujung-ujungnya kalo tidak bisa menahan diri, bisa melakukan hal-hal yang malah akan merugikan bukan hanya pada diri sendiri, tapi juga kepada orang disekitar, dan masyarakat.

Tujuan diadakannya pemilihan itu kan untuk mencari siapa sih pemimpin yang cocok, yang disukai rakyat, yang dianggap bisa melaksanakan, mendengarkan keluhan, menerima kritik dan saran, yang mau diganggu waktu tidurnya demi kesejahteraan dan kemaslahatan umat.

Ndak mudah lho jadi pemimpin itu, apalagi harus memimpin sekian juta orang. harus siap fisik, mental, jiwa dan raga untuk menjadi pemimpin yang dicintai, disegani, dan dihormati rakyatnya.

Jadi menurutku, siapapun pemimpinnya, siapapun pemenang dari pemilihan ini, mari kita dukung dan kita bantu agar apa yang diharapkan dan diidamkan oleh rakyat ini bisa terlaksana demi menuju kesejahteraan, kemakmuran dan hidup yang lebih baik bagi rakyat, nusa bangsa, dan agama.

Bukankah kita ini masyarakat yang selalu menjunjung tinggi asas musyawarah untuk mufakat? jadi kalo sudah tercapai mufakat, ya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Udah ah, jadi sok pinter begini hehehehe... dilanjut lagi ah tidurnya...

Friday, February 08, 2008

Banjir lagi...

Sekarang sudah masuk bulan Februari, dan bentar lagi mo imlek. katanya sih kalo pas mau imlek pasti hujan akan turun dengan derasnya. ndak tahu bener atau ndak, ada hubungannya atau engga. cuman begitulah kenyataannya.

dan kalo sudah hujan turun dengan derasnya, yang menjadi kebingungan adalah mereka yang daerahnya menjadi korban banjir. entah itu dari air hujan yang turun tak henti-hentinya, atau kiriman dari daerah atas utamanya dari Bogor. dan banjir yang ditimbulkan bukan yang bisa surut dalam hitungan menit, tapi kadang bisa memakan waktu satu-dua hari.

aku kadang bingung dengan kondisi ibukota saat ini. sepertinya tidak pernah bosan dengan kondisi banjir yang selalu muncul setiap musim hujan datang. yang bahkan kondisinya bukan semakin menyempit daerah banjirnya malah sepertinya makin membesar. jangankan hujan berhari-hari, hujan lebat beberapa jam saja sudah cukup untuk menggenangi daerah elit perkantoran di ibukota ini. bahkan di daerah yang terkenal sebagai pusatnya kegiatan demonstrasi dan kegiatan apapun lainnya yang bersifat menarik perhatian publik.

mau sampe kapan hal ini akan dibiarkan terjadi. apa tidak terpikir berapa banyak kerugian material maupun non material yang harus ditanggung oleh masyarakat di ibukota ini setiap musim hujan datang? belum lagi dampak kerugian itu akan merembet kemana-mana, bahkan akhirnya ke pemerintah juga.

mungkin sudah waktunya kita perduli dengan lingkungan kita. mungkin sudah saatnya kita memperhatikan lingkungan kita. mencoba mencari apa yang sebaiknya dilakukan agar setiap musim hujan, kita tidak harus dikhawatirkan dan dibuat gelisah oleh banjir yang dapat menghambat kegiatan kita.

ayo kita benahi lingkungan kita agar bencana ini tidak terulang lagi di musim hujan mendatang.

Wednesday, September 26, 2007

Khitbah

Dalam Islam, disebutkan apabila seorang pria sudah merasa dirinya mampu dan masih sendiri, maka dianjurkan untuk menikah. Karena dengan menikah, maka dia ibarat melengkapkan setengah dari keimanan yang dimilikinya.

Tahapan awal untuk menuju pernikahan adalah dengan melakukan khitbah, atau bahasa kitanya lamaran. tentu saja sebelumnya harus sudah punya calon yang akan dilamar kan.

Dalam kehidupan bermasyarakat, pada umumnya, orang lebih mengenal tunangan ketimbang khitbah. sebetulnya dari isinya ada kesamaan, yaitu melakukan ikatan dan menyatakan kepada umum bahwa si A sudah mempunyai ikatan dengan si B. dan tidak lama lagi akan menikah. Namun yang membedakan adalah tata cara yang dilakukan.

Kalo dalam tunangan, kedua calon dipasangkan cincin sebagai tanda ikatan oleh ibu dari masing-masing calon secara bergantian (maksudnya yang pria dipasang cincin sama ibunya perempuan, begitu pula sebalinya). Dan dalam penentuan hari pernikahan biasanya tidak disebutkan. artinya baru ikatan aja. tanpa ada keharusan penentuan kapan akan diresmikan ke jenjang pernikahan.

Namun dalam khitbah, hanya calon perempuan saja yang dikenakan cincin, sebagai tanda bahwa perempuan ini sudah ada ikatan dan akan menikah. biasanya yang memasangkan cincin adalah ibu dari calon pria. dan biasanya segera ditentukan kapan ikatan tersebut akan diresmikan ke jenjang pernikahan. biasanya sih tidak lama (dalam hitungan bulan atau hari ke depan), namun tidak tertutup kemungkinan diundur agak lama, tergantung kesepakatan calon pria dengan calon mertuanya.

tentang khitbah ini, aku pernah mendengar sebuah kisah dari temanku. ceritanya seorang temannya diantar oleh seniornya datang berkunjung ke rumah seorang ukhti. tentu kunjungannya untuk melihat calon yang akan dipersuntingnya. setelah dia bertemu dengan orang tuanya, dengan yang dimaksud, dan keluarga yang lain. dia merasa cocok dengan calonnya tersebut.

ketika pulang dari rumah ukhti tersebut, si fulan ini ditanya sama seniornya,"kamu bawa uang tidak?", "ada". "ya sudah belikan saja cincin sekarang, kamu langsung khitbah aja". jadilah mereka berdua mencari toko emas untuk membeli cincin dan kembali ke rumah ukhti tadi untuk mengkhitbahnya.

keliatannya sederhana bukan?

Thursday, September 13, 2007

Syarat terjadinya Tsunami

Semalam terjadi gempa yang cukup menggetarkan kota Jakarta. kejadiannya jam 18:10 WIB. kebetulan pas kejadian, aku sedang sholat berjamaah. pas sedang sholat, koq kamar gudang sebelah rame banget, plus ada suara langit2 yang beradu. begitu sholat selesai, baru tahu kalo ada gempa.

ternyata sumber gempanya di Bengkulu, dengan kekuatan 7,9 skala Richter pada kedalaman 10km. BMG sempat mengeluarkan peringatan akan kemungkinan adanya Tsunami. Alhamdulilah tidak terjadi.

Pas hari ini liat-liat websitenya detik.com, aku membaca tentang syarat terjadinya tsunami, yang katanya kalo tidak terpenuhi salah satu dari syarat itu, maka tsunami tidak akan terjadi.

Nah, syarat terjadinya tsunami adalah :
  1. kekuatan gempa di atas 6,4 SR
  2. kedalaman sumber gempa lebih dangkal dari 60 - 70 km
  3. sumber gempa berada di bawah laut
  4. terdapat kolom air yang cukup
  5. terjadinya gerakan patahan bumi vertikal
baru saja aku liat di websitenya BMG, ternyata gempa susulan yang terjadi di Bengkulu sudah mencapai 24 kali terhitung semenjak jam 00:00 WIB dan itu terjadi pada hari ini saja. belum dihitung kalo dari kemarin malam.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun... Ya Alloh, berikan kekuatan pada saudara-saudara kami yang tertimpa musibah ini. berikan mereka ketabahan dalam menerima ujian ini. semoga Engkau jadikan mereka hamba-hambaMu yang taat. amin.

Sumber: www.detik.com

Friday, August 10, 2007

Milih Gubernur

pada hari rabu kemarin, warga ibukota negara ini melaksanakan pemilihan kepala daerah (basa kerennya Pilkada). hampir semua kantor meliburkan karyawannya demi terselanggarakan pemilihan ini dengan lancar. walaupun tidak semua karyawan tinggal dan menetap di Jakarta, namun tetap kantor-kantor tersebut meliburkan diri pada hari itu.

untuk pemilihan pada tahun ini, hanya terdiri dari 2 kandidat cagub-wagub, pertama Adang-Dani dan Fauzi-Prijanto. pasangan pertama hanya didukung oleh satu partai, sedangkan pasangan kedua didukung oleh sembilan belas partai (mohon dikoreksi kalo salah).

secara logika orang awam, sudah pasti dong pasangan Fauzi-Prijanto pasti akan menang. lihat saja dukungannya. namun hal yang cukup mengejutkan adalah jumlah pemilih dari keduanya hanya berbeda tidak terlalu jauh.

bayangkan, hanya dengan didukung oleh satu partai dapat memperoleh suara pemilih lebih banyak dari perhitungan orang awam. logikanya *itungan kasar aja ya*, kalo ada dua puluh partai sama dengan 100% berarti porsinya untuk tiap-tiap partai adalah 5%. jadi kalo sembilan belas partai, harusnya 95% suara bisa dipegang.

namun yang terjadi adalah, dukungan hanya satu partai dapat memperoleh suara sampai lebih dari 40%. sedangkan yang mendapat dukungan lebih banyak partai hanya memperoleh suara hanya lebih dari 50%. bukan main, benar-benar diluar dugaan.

walaupun secara kandidat, Adang-Dani harus mengakui kekalahan suara atas Fauzi-Prijanto, namun secara partai boleh dikatakan partai pengusung Adang-Dani menang.


Monday, June 18, 2007

Sederhana


Bila mendengar kata sederhana, maka yang terbayang dalam pandangan dan pikiran kita adalah sesuatu yang simple, tidak memerlukan banyak hal, dan lain sebagainya yang menunjukkan bahwa itulah sederhana.

Namun pengertian sederhana itu menjadi berubah, ketika terjadi pergeseran akan pengertian sederhana dengan membandingkannya kepada hal yang mempunyai batasan minimal atau obsesi seseorang atas harapan atau keinginannya.

Betapa tidak, ketika orang menggunakan pengertian sederhana itu dengan menghubungkannya akan obsesi, harapan atau apapun yang mempunyai batasan, maka pengertian sederhana itu sudah bukan sederhana menurut aturan umum, melainkan sederhana menurut pandangan pribadi. dan itu sudah bukan sederhana lagi.

Karena ketika orang berbicara sederhana, maka hal yang melintas pada pikiran orang yang menerimanya adalah sesuatu yang tidak memerlukan banyak hal, sesuatu yang simple, mudah baik dalam pelaksanaannya maupun dalam pemahamannya.

Jadi, jangan gunakan kata sederhana bila sudah dihubungkan dengan obsesi atau harapan seseorang yang sudah mempunyai standar sendiri tentang yang diinginkannya. karena pengertian sederhana yang digunakan sudah tidak sama dengan pengertian sederhana menurut pandangan umum. dan yang terjadi adalah "sederhana menurut saya" dan itu pasti tidak sederhana buat orang lain.