PerformancingAds

Thursday, February 19, 2009

MENGENAL PENYAKIT HERPES

Herpes test dilakukan untuk menemukan virus herpes yang disebut Herpes Simplex Virus (HSV). Infeksi akibat HSV bisa menimbulkan luka meski kecil namun terasa sakit dan tidak nyaman di permukaan kulit atau jaringan lapiran (serabut otot) di tenggorok, hidung, mulut, saluran kandung kemih, rectum dan vagina.

Infeksi herpes dapat menyebabkan sakit dengan satu jenis keluhan saja, namun ada juga dengan beberapa keluhan yang menyebabkan dia harus berbaring.

Ada dua jenis virus HSV :
  • HSV tipe 1, menyebabkan demam seperti pilek dengan menimbulkan luka di bibir semacam sariawan. HSV jenis ini ditularkan melalui ciuman mulut atau bertukar alat makan seperti sendok – garpu (misalnya suap-suapan dengan teman). Virus tipe 1 ini juga bis amenimbulkan luka di sekitar alat kemaluan.
  • HSV tipe 2; dapat menyebabkan luka di daerah alat vital sehingga suka disebut genital herpes, yag muncul luka-luka di seputar penis atau vagina. HSV 2 ini juga bisa menginfeksi bayi yang baru lahir jika dia dilahirkan secara normal dari ibu penderita herpes. HSV-2 ini umumnya ditularkan melalui hubungan seksual. Virus ini juga sesekali muncul di mulut. Dalam kasusu yang langka, HSV dapat menimbulkan infeksi di bagian tubuh lainnya seperti di mata dan otak.

Test HSV sebagian besar dilakukan hanya untuk mereka yang menderita HSV-2. Dalam kasus langka, test yang dilakukan menggunakan sampel yang berasal dari sumsum tulang belakang, darah, urin atau air mata. Untuk mengetahui apakah luka yang diderita akibat HSV, maka tes yang lain perly dilakukan. Misalnya dengan cara :

  • Herpes Viral Culture : sel atau cairan dari luka diambil dengan katun bersih dan ditaruh dalam cawan untuk diteliti (kultur jaringan). Cara ini adalah cara yang paling populer ditempuh untuk menemukan jenis virus herpes genital.
  • Herpes virus antigen detection test, sel-sel dari jaringan luka diambil dan kemudian diusapkan pada permukaan mikroskop untuk diteliti. Tes ini menemukan tanda-tanda (yang disebut antigen) pada permukaan sel yang terinfeksi oleh virus herpes. Tes ini dilakukan bersamaan dengan tes kultur jaringan.
  • Polymerase chain reaction (PCR test) dilakukan pada sel atau cairan dari luka atau darah atau cairan lainnya, seperti dari sumsum tulang belakang. PCR ini akan menemukan materi gen (DNA) virus HSV. Tes ini bis amengungkap perbedaan antara HSV-1 dan HSV-2. Untuk melakukan tes ini lebih bagus hasilnya jika diambil dari jaringan sumsum tulangbelakang bukan dari cairan luka. Dalam kasus yang langka, herpes ini juga menginfeksi jaringan otak.
  • Tes antibodi ; tes darah dapat menemukan antibodi yang berasal dari sistem kekebalan tubuh untuk menghajar infeksi herpes. Tes antibodi ini mudah dilakukan namun tidak seakurat jika dilakukan tes dengan kultur jaringan atau tes lain di atas. Lagipula dengan tes ini sulit untuk mendeteksi apakah Anda sudah pernah terkena HSV sebelumnya. Sehingga untuk lebih aman tes darah sudah cukup untuk bisa mendeteksi apakah seseorang terkena HSV-1 ataukah HSV-2.

Mengenali Gejala Herpes

Gejala yang paling umum adalah bentol berisi cairan yang terasa perih dan panas. Hal ini akan berlangsung beberap ahari. Bagi sebagian orang bintil kecil ini kemudian meluas tak hanya di wajah namun bisa di sekujur tubuh. Bisa juga tampak seperti jerawat. Sebagian lagi ada yang tidak mengalami hal ini namun merasa sakit saat berkemih (anyang-anyangan = istilah Jawa) dan pada wanita timbul keputihan. Rasa sakit dan panas di sekujur tubuh yang membuat tidak nyaman ini bisa berlangsung beberapa hari disertai sakit saat menelan, karena mungkin saja kelenjar getah bening sudah ikut terganggu.

Gejala ini datang dan pergi untuk beberapa waktu. Mungkin saja setelah sembuh, gejala ini “tidur” sementara waktu sampai setahun lamanya. Namun akan tiba-tiba saja nongol dalam beberapa minggu.

Kadangkala terasa gatal yang tak jelas di sebelah mana, kulit terasa terbakar di bagian tubuh tertentu disertai nyeri di daerah selangkangan atau sampai menjalar ke kaki bagian bawah.

Gejala herpes dapat melukai daerah :
- penis, buah zakar, anus, paha, pantat
- vagina, saluran kandung kemih

Apa yang Harus Dilakukan?

Segeralah ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Saat ini FDA sudah meluncurkan obat yang aman digunakan.

Pengaruhnya terhadap Wanita Hamil

Wanita yang positif hamil dan menderita herpes harus ekstra hati-hati menjaga kesehatan janin yang berada dalam kandungan. Sebab virus HSV ini bisa masuk melalui plasenta menuju kepada janin. Bayi juga dapat tertular HSV saat dia dilahirkan secara normal dari ibu penderita HSV. Sehingga untuk mencegah bayi tertular herpes, biasanya dokter akan menganjurkan ibu untuk melahirkan secara caesar.

Risiko bayi tertular herpes cukup tinggi (30%-50%) pada ibu hamil yang tertular herpes di awal kehamilan. Sebab saat itu sistem kekebalan tubuh ibu belum cukup mampu untuk membentuk antibodi yang memberikan perlindungan terhadap si janin.

Pengobatan yang tepat dan berhati-hati selama ibu hamil diharapkan dapat mencegah bayi dari tertular virus herpes. Demikian pula saat bayi sudah lahir, jangan biarkan dicium. Termasuk jika ibunya sedang pilek, jagan mencium bayi. Menjaga kebersihan saat bersama bayi amat penting mencegah bayi dari ketularan penyakit ini.

Sumber : My Sanctuaryland

Labels:

Comments on "MENGENAL PENYAKIT HERPES"

 

Blogger The Transfer Factor said ... (10:50 PM) : 

Tak perlu kuatir lagi sama penyakit yang satu ini..kini sudah ditemukan teknologi baru yaitu TRANSFER FACTOR yang terbukti ampuh sebagai satu-satunya produk di dunia yang mampu meningkatkan sistem imun sampai 437% sekaligus mendidik dan menenangkan sistem imun. Direkomendasikan oleh Kementrian Kesehatan Rusia dan masuk ke Buku Rujukan Dokter (PDR) di Amerika dan telah menghasilkan lebih dari 3500 uji klinis manfaat penggunaannyabagi kesehatan manusia.
http://www.thetransferfactorindonesia.com

 

Blogger zoomyadam said ... (7:34 PM) : 

Propolis adalah zat yang di hasilkan oleh lebah. Propolis merupakan antibiotika alami (anti virus, bakteri dan jamur) yang sangat aman dan tanpa efek samping. Propolis sangat di anjurkan untuk pengobatan semua jenis penyakit yang bersifat infeksi maupun yang non infeksi. Propolis juga sebagai suplemen yang mampu meningkatkan imunitas atau ketahanan tubuh terhadap penyakit, sehingga proses penyembuhan akan berjalan lebih cepat dan menyeluruh.
Propolis bekerja secara Holistik:
1. Detoksifikasi (membuang virus, kuman penyakit dan racun dari tubuh)
2. Antibiotika alami (anti virus, bakteri, dan jamur)
3. Anti alergi
4. Anti radang
5. Anti oksidan — menangkal radikal bebas, mencegah kanker dan membunuh sel kanker
6. Imunomodulator — zat yang mampu mengaktifkan daya tahan tubuh
7. Nutrisi yang lengkap (mengandung Bioflavonoids, Asam Amino esensial, vitamin dan mineral yg lengkap) — membantu keseimbangan nutrisi — memperbaiki sel & jaringan / regenerasi sel.
Kandungan Bioflavonoids dalam satu tetes propolis setara dengan yang terkandung dalam 500 buah jeruk. Bioflavonoids berperanan penting dalam memperbaiki system kapiler, memperbaiki elastisitas dan kebocoran pembuluh darah.
Insya Allah Propolis bisa menjadi pilihan yang tepat sebagai solusi kesehatan. Kunjungi obatpropolis.com
Semoga bermanfaat
Salam

 

Blogger tya said ... (4:37 PM) : 

badan saya bnyak yg bentol-bentol di sekitar tangan, paha, dan selangkangan .tapi ga berair.

apa itu penyakit herpes juga???

 

Blogger tika said ... (3:15 PM) : 

saya pernah menderita herpes di punggung 5 tahun lalu, apakah akan mengganggu janin saya nantinya?

 

post a comment